(Fisika santai) Sejarah Besaran dan Satuan

jelasin dong sejarah besaran dan satuan dalam perkembangan ilmu pengetahuan

Oke bro, kita ngobrol sejarah besaran & satuan kayak lagi di warung jus: awalnya semua orang ngukur pakai “kira-kira”, lalu dunia capek ribut, akhirnya bikin patokan global biar semua resep (sains, dagang, teknik) konsisten.

1) Zaman awal: “ngukur pakai badan” (praktis tapi berantem)

Dulu satuan itu lahir dari hal yang gampang ditemuin di mana-mana:

  • jengkal, hasta (cubit), kaki (foot) → ngikut ukuran tubuh

  • segenggam, sebutir, sebiji → ngikut kebiasaan

  • pace/ langkah buat jarak tempuh

Masalahnya: badan orang beda-beda. Raja beda, rakyat beda, negara beda → jadi kalau dagang atau bangun sesuatu lintas wilayah, bisa kacau. NIST juga sering cerita soal ini: cubit misalnya dari siku sampai ujung jari, tapi ya… siku orang beda.

Intinya: cocok buat lokal, tapi jelek buat “standar dunia”.

2) Muncul kebutuhan standar: dagang makin luas, ilmu makin serius

Ketika perdagangan melebar dan ilmu berkembang, orang butuh:

  • ukuran yang bisa diulang (repeatable)

  • sama di tempat berbeda

  • bisa dipakai lintas bidang (bangunan, astronomi, navigasi, dll)

Sejarah matematika juga menekankan: penyebaran ukuran banyak didorong perdagangan, tapi variasinya bikin ribet.

3) Revolusi besar: lahirnya sistem metrik (Prancis, akhir 1700-an)

Di sinilah “warung jus dunia” mulai bikin resep baku.

Saat Revolusi Prancis, Prancis mendorong sistem ukuran desimal (berbasis 10) dan mencoba mendasarkan unit pada alam (biar universal). Implementasi praktis awal sistem metrik (meter & kilogram) dipatok dan diwujudkan sebagai standar pada 1799.

Kenapa ini penting?

  • Desimal itu enak: 1 m = 100 cm, 1 kg = 1000 g (gampang konversi)

  • Tujuannya: satu sistem buat semua, bukan tiap daerah punya “gelas takar” sendiri.

4) Abad 1800-an: dari “standar negara” jadi “standar internasional”

Makin banyak negara ikut pakai metrik, lalu muncul kebutuhan koordinasi global.
Puncaknya: lahir lembaga dan perjanjian internasional yang mengurus standar ukuran (metrologi), biar dunia industri & sains gak beda-beda patokan.

(Bayangin ini kayak: semua cabang warung jus sepakat takaran gula/air pakai sendok ukur yang sama.)

5) Abad 1900-an: dari MKS/CGS → resmi jadi SI (1960)

Di sains dulu ada beberapa “keluarga satuan”, misalnya:

  • CGS (centimeter–gram–second)

  • MKS (meter–kilogram–second)

Akhirnya dunia butuh satu “bahasa resmi” saja. Maka lahirlah SI (Système International d’Unités), disahkan secara internasional tahun 1960.

Lalu SI jadi lengkap dengan 7 besaran pokok. Dokumen NIST menjelaskan tonggak penting:

  • Nama SI diberikan oleh CGPM tahun 1960

  • Ampere, kelvin, candela ditetapkan jadi besaran pokok (1954)

  • Mole ditambahkan 1971 → total 7 besaran pokok.

6) Era modern: dari “benda patokan” → “konstanta alam” (paling stabil)

Dulu beberapa satuan bergantung pada benda fisik.
Contoh paling terkenal: kilogram pernah didefinisikan oleh silinder logam “prototype kilogram”. Masalahnya: benda bisa kotor, aus, atau berubah sangat sedikit → tapi tetap masalah untuk sains presisi tinggi.

Solusinya: patokan jangan dari benda, tapi dari hukum alam.

Makanya SI direvisi (berlaku 2019) dengan menetapkan nilai konstanta fundamental secara exact (tetap), seperti:

  • konstanta Planck h

  • muatan elementer e

  • konstanta Boltzmann k

  • konstanta Avogadro Nₐ
    dst.

BIPM (badan internasional ukuran) menjelaskan: SI modern “diturunkan” dari tujuh konstanta pendefinisi yang nilainya dipatok.


Benang merahnya (versi warung jus)

  1. Awal: “pake gelas rumah” → cepat tapi beda-beda.

  2. Metrik: “pakai gelas ukur desimal” → gampang & seragam.

  3. SI: “semua cabang pakai SOP yang sama” → sains & industri kompak.

  4. 2019: “SOP-nya gak pakai gelas fisik lagi, pakai hukum alam” → makin stabil untuk masa depan.

Postingan populer dari blog ini

(Riset) Permasalahan Pasca Kelangkaan

(Fisika Santai) Acuan Modern Besaran dan Satuan